Tahukah kalian salah
satu provinsi di Indonesia yang paling banyak digenangi air dan berlimpah-ruah sumber
airnya, namun masih bisa kekurangan air bersih untuk kehidupan sehari-hari?
Papua Tengah merupakan bagian dari Propinsi Papua yang memiliki alam yang
indah. Berada di ketinggian lebih kurang 2000 Mdpl (meter dari permukaan laut)
serta memiliki suhu udara yang cukup dingin. Danau Paniai yang luas, indah dan
perawan, belum tersentuh oleh penyelam danau, mungkin akibat dari airnya yang sedingin
air es.
![]() |
| Drink Water, by: Photograph |
Air merupakan bagian
penting dalam kehidupan kita sehari-hari tak terkecuali bagi kita yang hidup di
kota besar seperti Jakarta. Dalam ulasan ini kita akan menemukan hal-hal ironi
di Papua Tengah. Memiliki banyak sumber mata air ternyata idak membuat Papua
Tengah ‘kenyang air’ dalam hal minuman bersih, apalagi cuci-mencuci dan sistem
kakus di sana.
Terkadang memang
prinsip-prinsip dasar adat istiadat perlu, bahkan harus dijaga. Tetapi
selayaknya prinsip-prinsip tersebut mestilah bersifat lentur dan adaptif
terhadap perkembangan zaman. Hal-hal yang tak biasa bisa langsung ditemukan setelah
anak-anak lelah bermain dan datang ke tong penampungan air hujan untuk meneguk
langsung begitu saja air hujan yang telah tertampung.
Jangan pikir kita orang
kota, bahkan warga desa yang sudah terbekali banyak ilmu pengetahuan atau
kepala desa di sana dapat melarang mereka untuk meneguk air hujan. Bisa-bisa
kita dianggap aneh dan tak tahu menghargai mereka. Air hujan diminum
seakan-akan tak ada lagi air di tanah Papua. Sungguh sebuah peristiwa yang tak
pernah ditemukan di kota besar. Rasanya ironis bukan melihat kenyataan yang ada
seperti demikian. Melarang mereka minum tidaklah menyelesaikan masalah. Hal yang
kita anggap aneh adalah hal yang sangat ‘moderat’ di tanah Papua.
Kurangnya pendekatan
secara pribadi dan ketidakpercayaan masyarakat nampaknya masih menjadi penyebab polemik
yang ada, padahal air ada dimana-mana. Memang sulit rasanya untuk membuat
kebiasaan baru yang baik bagi masyarakat di sebuah wilayah. Kita mengetahui masyarakat
Papua memiliki sifat dengan pendirian yang kuat, oleh sebab itu sepantasnya
kita harus berusaha untuk memberikan pengertian pentingnya air bersih bagi mereka.
Semoga air pegunugan,
air danau dan sumber-sumber mata air lainnya di bumi cendrawasi ini suatu saat
dapat bermanfaat bagi warganya. Sehingga fenomena ironi “Sulit Air Ditengah
Limpahan Air” tidak lagi terjadi. Harapan tak muluk, pipa-pipa yang sempat
dihancurkan kembali diperbaiki dan mengalirkan ‘Air Sejahtera’ bagi masyarakat
daerah pegunungan Papua Tengah dan sekitarnya. Awetakoenaa Agapida, sebuah semboyan lokal bagi semangat Papua,
Hari esok yang ceria!
Note: beberapa data diambil dari pernyataan Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dan Asisten II Sekda Papua Elia Loupatty saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Pengelolaan Air Tanah, di Hotel Swissbel Jayapura, Senin (30/9).
Note: beberapa data diambil dari pernyataan Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dan Asisten II Sekda Papua Elia Loupatty saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Pengelolaan Air Tanah, di Hotel Swissbel Jayapura, Senin (30/9).
