Wednesday, April 20, 2016

Air Sejahtera Metro ‘Menyegarkan’ Bumi Cendrawasih

Metro GREEN Indonesia tergerak untuk peduli dengan saudara kita di tanah Papua demi kesetaraan dan kesejahteraan mereka. Bertepatan dengan Hari Air sedunia pada 2 Mei, tahun ini Metro GREEN Indonesia mengusung gerakan nasional penggalangan dana untuk membangun infrastruktur Air Sejahtera bagi penduduk Papua Tengah. Akan diselenggarakan pertama kali di halaman Balai Kota DKI Jakarta untuk memulai rangkaian gerakan Air Sejahtera ini. Nantinya, akan ada ratusan pengusaha muda dari 24 kota di Indonesia yang akan berkumpul untuk melakukan kampanye gerakan Air Sejahtera.

Selanjutnya agenda acara akan dilaksanakan di Bundaran HI untuk penyerahan ratusan lembar giro dari para pengusaha kepada Ketua Panitia, Sugianto Lim. "Giro ini nanti dicairkan sebagai dana utama program Air Sejahtera, laporannya (transaksi) bisa di lihat di web resmi kita, jadi gak main-main", ujar Lim saat ditemui dikantornya (24/4).

Khalayak juga dapat membatu gerakan Air Sejahtera demi ketersediaan air layak minum yang cukup bagi saudara kita di Papua Tengah. "Siapa aja bisa ikutan bantu, mau cash mau debit semua bisa, nanti disediain EDC (Electronic Data Capture). Terbuka untuk umum", tambah Anton Tan, wakil Lim.

Papua Tengah merupakan salah satu daratan di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan paling banyak digenangi air, namun masih didapati kekurangan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Berada di ketinggian lebih kurang 2000 Mdpl (meter dari permukaan laut) serta memiliki suhu udara yang cukup dingin.

Air merupakan bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari tak terkecuali bagi kita yang hidup di kota besar seperti Jakarta. Memiliki banyak sumber mata air ternyata tidak membuat Papua Tengah ‘kenyang air’ dalam hal minuman bersih, apalagi cuci-mencuci dan sistem kakus di sana.

Ada beberapa hal yang dapat membuat kita sedikit bertanya-tanya dan merasa ironi. Padatnya hutan Papua yang lebat, titik mata air bening dan dingin segar ada dimana-mana di bumi Papua ini. Tapi bagaimana mungkin masyarakatnya krisis air bersih? Belakangan diketahui disebabkan dari cara warga Papua Tengah dalam menyikapi kekayaan alam mereka.

Kita diajak untuk membuka mata akan hal ini, tak berhenti sampai di situ kita ditantang untuk dapat melakukan sesuatu yang mungkin sederhana, namun sangat berarti bagi saudara kita di Papua Tengah. Tidakkah kita senang dan bangga jika Indonesia ini setara dalam kesejahteraan dan pemenuhan akan salah satu kebutuhan utama, yaitu air? Jadi, mari gabung dan ambil bagian mensejahterakan Indonesia!

Rekan wartawan sekalian diundang meramaikan acara ini.
Do not hesitate to contact us through:
Yehezkiel – PR Manager
Mobile: +6281287459064
Line: lee.yehezkiel

Note: beberapa data diambil dari pernyataan Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dan Asisten II Sekda Papua Elia Loupatty saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Pengelolaan Air Tanah, di Hotel Swissbel Jayapura, Senin (30/9).

No comments:

Post a Comment