Wednesday, April 13, 2016

Banyak Kata Mampu Merubah, Beberapa Foto dapat Menggugah



Pemulung di Kali Baru, by: Peserta Photography and Essay Exhbition

Keruhnya Kali Baru, batang pohon yang tumbang dan sampah yang menggenang dianggap sebagai kolam rejeki bagi seorang pria bertelanjang dada ini. Betapa tidak, dia mengumpulkan botol-botol bekas di dalam karungnya yang mengapung bersama asa akan mimpi meraup rupiah dari pekerjaan halalnya. Tidak ada jijik, bisa menyambung hidup tiap harinya lebih penting dibanding hanya sekedar mendengar cibir dari mulut sumbang.

Hal menarik ini juga yang dianggap penting bagi civitas akademika Universitas Bunda Mulia, Jakarta Utara untuk mengantarkan ide mulia ini kepada masyarakat luas. Masyarakat khususnya mahasiswa diajak untuk lebih memahami arti pentingnya peduli lingkungan dan juga mengapresiasi mereka pekerja lingkungan yang sangat sering dilupakan bahkan tidak dianggap hampir di seluruh bagian dunia ini.

Journal-Is-Me dan Click! dalam hal ini di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora menggelar “Photography and Essay Exhibition” untuk menghimpun kegiatan akademis sekaligus mengangkat ide utama “Save Earth: Focus on The Future” sebagai wujud kepedulian Universitas terhadap lingkungan.

Ekibisi ini diselenggarakan mulai tanggal 19 sampai dengan 21 April 2016. Yuri Alfrin selaku pembina acara mengungkapkan perlunya diadakan acara penting ini guna menumbuhkan nilai-nilai peduli lingkungan. Menurutnya, acara ini sengaja dimasukkan kedalam rangkaian Social Science Week.

Kesuksesan acara dapat kita ketahui dari berbagai pendapat pengunjung yang hadir. Nindy, yang adalah mahasiswi Universitas ini mengakatan acara-acara tentang kepedulian lingkungan memang perlu untuk diadakan. Dari penjelasan Nindy, acara kurang dikemas menarik, sehingga tidak banyak yang datang untuk melihat pameran ini. Mahasiswa yang datang melihat kebanyakan karena ada tulisan atau hasil jepretan temannya yang dipajang saat pameran berlngsung.

Universitas Bunda Mulia (UBM) memang terkernal sangat aware terhadap kelestarian lingkungan dan budaya. Sudah banyak acara perduli lingkungan yang diselenggarakan dan semuanya terbilang sukses, bahkan pekan Ilmu dan Sosial ini pun sebenarnya sudah dilaksanakan tiga tahun berturut-turut.

Jiwa kompetisi di kota-kota besar agaknya memang mempengaruhi masyarakat Indonesia menjadi lebih individualis dan apatis terhadap sesama. Bangganya jika kita tidak termasuk dalam golongan 'egois' tersebut. Dari acara ini kita tahu ada sekelompok orang yang masih mampu berbagi dan peduli terhadap lingkungannya ditengah dunia yang sulit ‘melihat’ dan ‘mendengar’. Kita tidak perlu membagi apa yang tidak mampu kita bagi, terkadang sejumput semangat, doa dan rasa menghargai memiliki nilai yang lebih berarti. Jadi apa yang akan kamu mulai beri?

No comments:

Post a Comment